Just another WordPress.com site

ASKEP COMUNITY KRIMINAL

BAB I

KONSEP DASAR

A. Definisi

Pidana atau tindak kriminal adalah segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham.

Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum: seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti. Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana.

Dalam mendefinisikan kejahatan, ada beberapa pandangan mengenai perbuatan apakah yang dapat dikatakan sebagai kejahatan. Definisi kejahatan dalam pengertian yuridis tidak sama dengan pengertian kejahatan dalam kriminologi yang dipandang secara sosiologis.

Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non-formal.

Adapun tipe atau jenis-jenis kriminal menurut penggolongan para ahlinya adalah sebagai berikut :

1. Penjahat dari kecendrungan(bukan karena bakat)

2. Penjahat karena kelemahan(karena kelemahan jiwa sehingga sulit menghindarkan diri untuk tidak berbuat).

3. Penjahat karena hawa nafsu yang berlebihan dan putus asa.

B. Sebab terjadinya kriminal

1. Pertentangan dan persaingan kebudayaan

2. Perbedaan ideologi politik

3. Kepadatan dan komposisi penduduk

4. Perbedaan distribusi kebudayaan

5. Perbedaan kekayaan dan pendapatan

6. Mentalitas yang labil

C. Akibat

1. Merugikan pihak lain baik material maupun non material

2. Merugikan masyarakat secara keseluruhan

3. Merugikan negara

4. Menggangu stabilitas keamanan masyarakat

D. Solusi

  1. Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat
  2. Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak
  3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa sendiri
  4. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural, seperti sekolah, pengajian dan organisasi masyarakat.

E. Penyebab Ketidakmunculan di Permukaan

1. Tidak ketahuan

2. Kerugian relatif kecil

3. Biaya penyelesaian lebih besar daripada kerugian yang diderita

4. Menurunkan citra

5. Menunjukkan adanya kelemahan pengamanan / proteksi

F. Bentuk Hukuman

1. Peringatan

· lisan (umumnya tertutup, Ex: militer)

· tertulis (ada arsip)

2. Kurungan / Penjara

· dengan masa percobaan

· kurungan

3. Mati

 

BAB II

PENGKAJIAN KASUS

A. Pengkajian

1. Pengkajian tahap 1

Kampung rambutan terdapat disebelah terminal antar provinsi setiap hari selalu terdapat perkelahian, pencurian, dan kriminal yang lain. Dalam 1 tahun terakhir 30 warga meninggal dari 5420 warga akibat perkelahian dll, 9% warga sudah pernah masuk BUI, 20% warga bertato.

2. Pengkajian tahap 2

Menurut keterangan dari kelurahan Rambutan, 1 tahun terakhir ini ada 30 anak remaja dari 5420 warga di kampung Rambutan yang meninggal karena perkelahian, sedangkan keterangan dari masyarakat sendiri ada 20% anak remaja yang bertato. Keterangan dari kepolisian 9% anak remaja sudah pernah masuk bui dan keterangan dari puskesma dalam 1 tahun terakhir ini di kampong rambutan ada 30% remaja yang luka-luka karena perkelahian. Rata-rata tindakan kriminalitas di lakukan oleh kaum remaja. Akibat perkelahian banyak warga yang dirugikan karena rusaknya lingkungan dan buruknya moralitas oknum remaja.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Apeldoom,Lj.Van.1981. Pengantar Ilmu Hukum,Pradnya Paramita hlm.13.Jakarta

Mustofa,Muhammad.2007.Kriminologi hlm:16.Depok. FISIP UI PRESS

Sahetapy,J.E.1979.Kapita Selekta Kriminologi hlm.67.Bandung.Alumni

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: