Just another WordPress.com site

Askep Comunity Diare

BAB I

PENDAHULUAN

Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hamper diseluruh daerah geografis didunia dan semua kelompok usia bias diserang oleh diare, tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anaka balita. Dinegara berkembang anak-anak menderita diare lebih dari 12 kali per tahun dan hal ini menjadi penyebab kematian sebesar 15-34% dari semua penyebab kematian (Aman, 2004 dalam zubir et el,2oo6). Di Negara berkembang, anak-anak balita mengalami rata-rata 3-4 kali kejadian diare per tahun tetapi dibeberapa tempat terjadi lebih dari 9 kali kejadian diare per tahun atau hamper 15-20 % waktu hidup anak dihabiskan untuk diare (Soebagyo, 2008)

Penyakit diare di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan banyak kematian terutama ada balita. Angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ketahun cenderung meningkat. Angka kesakitan diare pada tahun 2006 yaitu 423 per 1000 penduduk, dengan jumlah kasus 10.980 penderita dengan jumlah kematian 277 (CFR 2,52%). Di Indonesia dilaporkan terdapat 1,6 sampai 2 kejadian diare pertahun pada balita, sehingga secara keseluruhan diperkirakan kejadian diare pada balita berkisar antara 40 juta setahun dengan kematian sebanyak 200.000-400.000 balita.

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Definisi

1. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari.

2. Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998),diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja.

3. Menurut C.L Betz & L.A Sowden (1996) diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus.

4. Menurut Suradi & Rita (2001), diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali atau lebih dengan bentuk encer atau cair.

B. Penyebab

1. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus (Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans).

2. Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).

3. Faktor malabsorbsi : Karbohidrat, lemak,  protein.

4. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kurang matang.

5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.

C. Manifestasi Klinis

1. Muntah

2. Demam

3. Nyeri abdomen

4. Membran mukosa mulut dan bibir kering

5. Fontanel cekung

6. Kehilangan berat badan

7. Tidak nafsu makan

8. Badan terasa lemah

D. Pencegahan

Diare dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Adapun cara pencegehan diare dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu: 1) sebelum makan, 2) setelah buang air besar, 3) sebelum memegang bayi, 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan;
  2. Meminum air yang sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi;
  3. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain);
  4. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.

E. Pengobatan

Diare merupakan suatu gejala dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare. Kadang-kadang diare menahun akan sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.

Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium tinctur) atau loperamide. Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare Untuk membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.

Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus. Selama tidak muntah dan tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.

Jika seseorang balita telah terserang diare, langkah awal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Berikan minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang;
  2. Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu);
  3. Berikan garam Oralit.

Segeralah periksakan penderita ke dokter apabila diare berkelanjutan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan.

BAB III

PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS DENGAN DIARE

A. Pengkajian I

Di Desa Tegowanu merupakan pinggiran sungai Lusi. Dari 4500 warga terdapat 80% warganya menggantungkan MCK di sungai Lusi, 3 bulan terakhir terdapat warga yang mengalami diare 30% , yang meninggal 5% karena diare. Tingkat pendidikan rendah, penghasilan rendah, pemahaman warga tentang diare serta penularan juga rendah.

Pengkajian II

Didesa Tegowanu terdapat warga 4500. Bayak warga yang tidak tahu bagaimana menjaga lingkungan yabg bersih dan sehat, warga juga sering mengalami diare, dan 225 warga meninggal karena diare.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: