Just another WordPress.com site

ASKEP COMUNITY DHF

BAB I

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian

Demam Berdarah / Dengue Hemoragic Fever (Dhf) adalah penyakit yang disebabkan oleh Arbovirus (Arthropodborn Virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes (Aedes Albopictus Dan Aedes Aegepty)

B. Penyebab

Penyebab Demam Berdarah / Dengue Hemoragic Fever (Dhf) adalah Arbovirus (Arthropodborn Virus) melalui gigitan nyamuk Aedes (Aedes Albopictus dan Aedes Aegepty)

C. Tanda dan gejala

Tanda dan gejala penyakit DHF adalah :

  1. Meningkatnya suhu tubuh
  2. Nyeri pada otot seluruh tubuh
  3. Suara serak
  4. Batuk
  5. Epistaksis
  6. Disuria
  7. Nafsu makan menurun
  8. Muntah
  9. Ptekie
  10. Ekimosis
  11. Perdarahan gusi
  12. Muntah darah
  13. Hematuria masif
  14. Melena

D. Klasifikasi DHF

Klasifiksi DHF menurut WHO

  1. Derajat I

Demam disertai gejala tidak khas, terdapat manifestasi perdarahan (uji tourniquet positif)

  1. Derajat II

Derajat I ditambah gejala perdarahan spontan dikulit dan perdarahan lain.

  1. Derajat III

Kegagalan sirkulasi darah, nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menurun ( 20 mmhg, kulit dingin, lembab, gelisah, hipotensi )

  1. Derajat IV

Nadi tak teraba, tekanan darah tak dapat diukur

Pemeriksaan Diagnostik

  1. Darah Lengkap = Hemokonsentrasi (Hemaokrit meningkat 20 % atau lebih) Thrombocitopeni (angka thrombosit 100. 000/ mmatau kurang)
  2. Serologi = Uji HI (hemaaglutinaion Inhibition Test)
  3. Rontgen Thorax = Effusi Pleura

E. Penatalaksanaan

a. Medik

1. DHF tanpa Renjatan

    1. Beri minum banyak ( 1 ½ – 2 Liter / hari )
    2. Obat antipiretik, untuk menurunkan panas, dapat juga dilakukan kompres
    3. Jika kejang maka dapat diberi luminal ( anticonvulsan ) untuk anak <1 th dosis 50 mg IM dan untuk anak >1th 75 mg IM. Jika 15 menit kejang belum teratasi , beri lagi luminal dengan dosis 3 mg / Kg BB anak <1 th dan pada anak >1th diberikan 5 mg/ Kg BB.
    4. Berikan infus jika terus muntah dan hematokrit meningkat

2. DHF dengan Renjatan

    1. Pasang infus RL
    2. Jika dengan infus tidak ada respon maka berikan plasma expander ( 20 – 30 ml/ kg BB )
    3. Tranfusi jika Hb dan Ht turun

b. Keperawatan

1. Pengawasan tanda – tanda Vital secara kontinue tiap jam

    1. Pemeriksaan Hb, Ht, Trombocyt tiap 4 Jam
    2. Observasi intike – output
    3. Pada pasien DHF derajat I : Pasien diistirahatkan, observasi tanda vital tiap 3 jam , periksa Hb, Ht, Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari, beri kompres
    4. Pada pasien DHF derajat II : Pengawasan tanda vital, pemeriksaan Hb, Ht, Thrombocyt, perhatikan gejala seperti nadi lemah, kecil dan cepat, tekanan darah menurun, anuria dan sakit perut, beri infus.
    5. Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur, posisi semi fowler, beri O2 pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit, pasang cateter, observasi produksi urine tiap jam, periksa Hb, Ht dan thrombocyt.

2. Resiko Perdarahan

    1. Obsevasi perdarahan : Pteckie, Epistaksis, Hematomesis dan melena
    2. Catat banyak, warna dari perdarahan
    3. Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan Tractus Gastro Intestinal

3. Peningkatan suhu tubuh

    1. Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik
    2. Beri minum banyak
    3. Berikan kompres

F. Pencegahan Demam Berdarah / Dengue Hemoragic Fever (Dhf)

Menghindari atau mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegepty dengan cara:

  1. Rumah selalu terang
  2. Tidak menggantung pakaian
  3. Bak / tempat penampungan air sering dibersihkan dan diganti airnya minimal 4 hari sekali
  4. Kubur barang – barang bekas yang memungkinkan sebagai tempat terkumpulnya air hujan
  5. Tutup tempat penampungan air

Perencanaan pemulangan dan Pendidikan Kesehatan

  1. Berikan informasi tentang kebutuhan melakukan aktifitas sesuai dengan tingkat perkembangan dan kondisi fisik anak
  2. Jelaskan terapi yang diberikan, dosis, efek samping
  3. Menjelaskan gejala – gejala kekambuhan penyakit dan hal yang harus dilakukan untuk mengatasi gejala
  4. Tekankan untuk melakukan kontrol sesuai waktu yang ditentukan

BAB II

SOAL KASUS

Pengkajian tahap 1 didapatkan data berikut :

Desa keploko merupakan edemi demam berdarah, desa tersebut terdapat 4208 warga, 26 % anak, setiap tahun selalu ada yang menderita demam berdarah 1 tahun terakhir terdapat 5 % anak yang mengalami demam berdarah, lingkungan kotor, kesadaran warga kurang pengetahuan warga rendah.

Pengkajian tahap 2 di dapatkan data sebagai berikut :

Anak – anak di desa keploko sering menderita DB dan gatal – gatal.

· terdapat ( 26 ℅ / 1904 ) anak yang menderita DB

· 1 tahun terahir anak yang menderita DB ( 5℅ / 210 )

· Lingkungan desa yang kotor

· Kesadaran warga kurang

· Pengetahuan warga rendah

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Buku ajar IKA infeksi dan penyakit tropis IDAI Edisi I. Editor : Sumarmo, S Purwo Sudomo, Harry Gama, Sri rejeki Bag IKA FKUI jkt 2002.
  2. Christantie, Effendy. SKp, Perawatan Pasien DHF. Jakarta, EGC, 1995
  3. Prinsip – Prinsip Keperawatan Nancy Roper hal 269 – 267
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: